Minggu, 23 Mei 2010

Aliansi Jurnalis Santri

AJS (Aliansi Jurnalis Santri) adalah perkumpulan dan forum silaturahmi yang anggotanya terdiri dari para jurnalis, penulis buku, cerpen, essai dan fotografer santri. AJS terlahir atas prakarsa jurnalis alumnus pesantren. Berawal dari sekedar komunitas persaudaraan dan forum silaturahmi biasa oleh jurnalis alumnus Mesir yang pernah mengenyam pendidikan pesantren, berlanjut dan mengkerucutkan fungsi menjadi wadah untuk para santri yang masih aktif sebagai jurnalis maupun penulis dan fotografi.
Dasar pembentukan AJS, disamping sebagai ajang silaturahmi untuk jurnalis juga berfungsi sebagai wadah untuk melindungi jurnalis santri yang masih aktif di dunia pers, menulis dan fotografi. Perlindungan itu adalah berupa support politis maupun support moral agar kinerja dan pencarian data public oleh mereka lebih proporsional, aman dan jauh dari kekerasan yang akhir-akhir ini sering terjadi kekerasan yang dilakukan secara tidak tanggung jawab oleh oknum kepada profesi pencari berita, penulis dan fotografer
Anggota AJS hingga sekarang adalah para santri alumni timur-tengah dan dalam negeri, juga dari kalangan umum. Meskipun berlabel santri, keanggotaan terbuka untuk umum, karena AJS tidak hanya sebatas untuk santri semata, tapi juga untuk kalangan umum yang aktif dibidang jurnalis dan tulis menulis.
Pada awalnya AJS didirikan secara lokal di Malang dengan nama CISC (Center For Islamic Study And Consult). Disamping paguyuban CSIC juga bergerak menerbitkan media bulletin jum’at secara rutin yang sudah dimulai sejak tahun 2002. Dalam proses dan perkembanganya tahun 2007 CISC berganti nama menjadi KSM (Komunitas Sastra Dan Penulis Malang). KSM kemudian berubah nama menjadi AJS (Aliansi Jurnalis Santri).
Pada 2008 dari AJS kemudian dimunculkan satu lagi anak cabang berupa komunitas yang bersifat mengkrucut pada seputar sastra dan penulisan buku semata, dan diberi nama “Lembah Ibarah.” Sampai saat ini keduaanya masih aktif sebagai komunitas penulisan. Lembah Ibarah bermarkas satu kantor dengan MCW (Malang Coruption Watch) di Jl.Joyo Suko Malang. Sedangkan AJS bermarkas di JL.Candi Panggung Barat No.4, dan di JL.Brawijaya No 105 Room.09. Tulung Rejo Pare-Kediri.
Kedua organisasi tersebut sampai sekarang masih eksis dan banyak memberikan kontribusi di dunia penerbitan, media massa maupun tulis menulis sebagai karya. Keduanya memiliki misi sebagai penyampai gagasan dan penyambung aspirasi masyarakat yang akhir-akhir ini berkembang secara dinamis di negeri ini.
Sampai saat ini para aktifis AJS telah terjun ke dunia praktisi media dan penerbitan buku. Pada intinya AJS adalah tempat curhatnya jurnalis sekaligus pusat bimbingan jurnalis santri maupun lainya. Perlunya sebuah wadah karena selama ini pekerjaan jurnalis, penulis maupun fotografer sangat rentan mendapat kekerasan dan gugatan yang merugikan dari oknum yang tidak suka dengan kehadirannya .

Malang, 01-04-2008
Ketua AJS


H.M.Solihin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar